Sosialisasi Desa Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Desa Talaga

Foto: P3-TGAI Desa Talaga Kec. Ganding
Sosialisasi Desa Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Desa Talaga Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep yang dihadiri oleh masyarakat petani dan tokoh masyarakat. 

Topik yang dibahas dalam sisialisasi ini adalah sebagi berikut;
  1. Penjelasan maksud, tujuan, sasaran dan prinsip pendekatan P3-TGAI
  2. Penjelasan tahapan persiapan, perencanaan pelaksanaan dan tahap akhir P3-TGAI
  3. Penjelasan tugas dan tanggung jawab penerima P3-TGAI 
Narasumber Sosialisasi
  1. Ishak, SE               : Pendamping
  2. Drs. Sudarsono    : Kabid Binman
  3. Ir. Erdy Sugianto   : KMB
Diharapkan Output dari sosialisasi ini memberikan kemudahan dan perkembangan sektor ekonomi masyarakat desa talaga dengan peningkatan hasil pertanian dengan penggunaan irigasi yang tepat guna.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Talaga Kecamatan Ganding Tahun 2017

Foto: APBDesa Talaga Kecamatan Ganding tahun 2017
Upaya yang dilakukan kepala desa Talaga Kecamatan Ganding dalam merealisasikan Perdes no. 2 Tahun 2017 dalam hal trasparansi anggaran pendapatan dan belanja desa tahun 2017. Untuk tahun ini angka pendapatan desa Talaga mencapai Rp. 1.188.879.300, sedangkan rincian penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) seperti yang terdapat di foto diatas.

Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Talaga Kecamatan Ganding

Foto: Tim PKK Desa Talaga, Ketua Radiyah (tampak wajah paling kiri)

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, disingkat PKK, adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. Tim PKK desa Talaga Kecamatan Ganding diketuai oleh Radiyah.

Sejarah PKK
Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai gerakan pembangunan masyarakat bermula dari seminar Home Economic di Bogor tahun 1957. Sebagai tindak lanjut dari seminar tersebut, pada tahun 1961 panitia penyusunan tata susunan pelajaran pada Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kementerian Pendidikan bersama kementerian-kementerian lainnya menyusun 10 segi kehidupan keluarga. Gerakan PKK dimasyarakatkan berawal dari kepedulian istri gubernur Jawa Tengah pada tahun 1967 (ibu Isriati Moenadi) setelah melihat keadaan masyarakat yang menderita busung lapar.

Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui 10 segi pokok keluarga dengan membentuk Tim Penggerak PKK di semua tingkatan, yang keanggotaan timnya secara relawan dan terdiri dari tokoh/pemuka masyarakat, para isteri kepala dinas/jawatan dan isteri kepala daerah s.d tingkat desa dan kelurahan yang kegiatannya didukung dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Pada tanggal 27 Desember 1972 mendagri mengeluarkan surat kawat no. Sus 3/6/12 kepada seluruh gubernur kdh tk. I Jawa Tengah dengan tembusan gubernur kdh seluruh indonesia, agar mengubah nama pendidikan kesejahteraan keluarga menjadi pembinaan kesejahteraan keluarga. Sejak itu gerakan PKKdilaksanakan di seluruh Indonesia dengan nama Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan tanggal 27 Desember ditetapkan sebagai "hari kesatuan gerak PKK" yang diperingati pada setiap tahun.

Dalam era reformasi dan ditetapkannya TAP MPR no. IV/MPR/1999 tentang GBHN 1999-2004, serta pelaksanaan otonomi daerah berdasarkan undang-undang no.22 tahun 1999 dan undang-undang no.25 tahun 1999, tetapi PKK pusat tanggap dengan mengadakan penyesuaian-penyesuaian yang disepakati dalam rakernaslub pkk tanggal 31 Oktober s.d 2 November 2000 di bandung dan hasilnya merupakan dasar dalam perumusan keputusan menteri dalam negeri dan otonomi daerah no. 53 tahun 2000, yang selanjutnya dijabarkan dalam pedoman umum gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ini.

Hal yang mendasar antara lain adalah perubahan nama gerakan PKK dari gerakan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga menjadi gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga

10 Program Pokok PKK pada hakekatnya merupakan kebutuhan dasar manusia, yaitu :
  1. Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
  2. Gotong Royong
  3. Pangan
  4. Sandang
  5. Perumahan dan Tatalaksana Rumah Tangga
  6. Pendidikan dan Ketrampilan
  7. Kesehatan
  8. Pengembangan Kehidupan Berkoperasi
  9. Kelestarian Lingkungan Hidup
  10. Perencanaan Sehat

Warung Kopi Buk Sei

Sesuai namannya warung kopi Buk Sei (Ibuk Hoseimah) menyediakan Seduhan Kopi Hangat, Teh hangat, Gorengan Hangat yang berlokasi di desa Talaga kecamatan Ganding tepatnya di Dusun Pangantiyan. Kebiasan masyarakat desa talaga yang mengawali harinya dengan secangkir kopi hangat dan tempat berkumpulnya masyarakat sekitar untuk saling berbincang santai perihal pekerjaannya masing-masing

Profil Desa Talaga Ganding

Desa Talaga merupakan salah satu desa di kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep

Profil Desa
  1. Nama Desa               : TALAGA
  2. Kepala Desa             : ABD. HADI
  3. Luas Wilayah           : 315,47 ha
  4. Jumlah Dusun          : Enam (6)
  5. Jumlah RW              : Enam (6)
  6. Jumlah RT               : Tujuh Belas (17)
  7. Jumlah Penduduk    : 2.514 
  8. Nama Dusun           : Dusun Talaga Barat
                                      Dusun Talaga Timur
                                      Dusun Pangantiyan
                                      Dusun Karang Jati
                                      Dusun Ba'batah
                                      Dusun Totongan


Penyuluhan Kelompok tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Gizi Seimbang di Desa Talaga Kec Ganding Kab Sumenep oleh Puskesmas Ganding

Puskesmas Ganding mengadakan Penyuluhan Kelompok tantang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Gizi Seimbang bertempat di Desa Talaga K...